Jenis Bahan

Sejak puluhan tahun lalu fashion telah booming dan menghasilkan berbagai macam pakaian dan jenisnya. Sudah tidak terhitung lagi jumlah pakaian yang sudah diproduksi. Tetapi tidak semua orang mengerti dan tahu tentang bahan atau kain yang digunakan pada pakaiannya. Kami sedikit mengulas beberapa jenis kain dan karakternya yang umum digunakan.

 

Bahan Kemeja / Celana :

Bahan Drill

Spesifikasi bahan ini memiliki permukaan kain berserat garis-garis miring / ngedrill, permukaan kain antara bagian depan dan belakang berbeda, tenunannya lebih rapat dan kuat. Kain drill ini lebih lembut dan tahan kusut. Berdasarkan besar kecilnya serat secara umum dibagi 3 jenis : twill drill( serat kecil ), american drill ( serat sedang ), japan drill ( serat besar ).

Beberapa merk bahan drill antara lain :

  1. Taipan Drill, Ventura Drill
  2. Japan Drill (Verlando, Obor, Passuka)
  3. American Drill (Verlando, Am.Drill 1919, Special One, Ventura)

Rekomendasi : Cocok digunakan untuk seragam lapangan, teknisi karena jenis kainnya yang kuat, tapi juga bisa dipakai untuk seragam indoor (ruangan) untuk beberapa jenis drill yang lemes dan adem (Taipan dan Ventura)

 

Bahan Oxford/ Tropical

Spesifikasi bahan ini memiliki tekstur rata tidak seperti drill. Jalinan benang-benang pintalan kain semacam jalinan titik-titik seperti pixel dalam resolusi gambar.

Beberapa merk bahan Oxford/ Tropical antara lain :

  1. Taipan Topical
  2. Maryland
  3. Sari Warna

 

Bahan Twist

Spesifikasi bahan ini memiliki tekstur halus, mengkilap dan terkesan elegan. Biasanya digunakan untuk seragam safari, blazer, jas dan seragam indoor lainnya.

 

Bahan Kaos

Katun (Cotton)

Katun dibagi menjadi 2 dilihat dari proses pembuatannnya :

Cotton Combed
Serat benang lebih halus.

Permukaan lebih rata

Nyaman dan adem ketika dipakai

Cepat berbulu, karena bahan dasarnya full cotton

Cotton Carded

Serat benang kurang halus.

Permukaan kurang rata.

Lebih kaku setelah dicuci beberapa kali

Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.

 

TC (Teteron Cotton)

Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.

 

CVC (Cotton Viscose)

Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat

 

PE (Poliester)

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya. Namum bahan ini memiliki kelebihan tahan kusut dan tidak melar meskipun sering di cuci berkali – kali.

 

Hyget

Jenis bahan ini juga terbuat dari plastik, namun lebih tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai.

 

Bahan Polo Shirt

Lacoste Cotton

Bahan ini memiliki kandungan katun 100%, karateristiknya dingin ketika dipakai dan memiliki daya serap air yang tinggi (menyerap keringat) sehingga bahan ini cocok dipakai di negara tropis seperti Indonesia. Kelemahan bahan ini memiliki tingkat susut yang tinggi setelah di cuci. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami akan memotong bahan dengan ukuran yang lebih besar untuk di produksi sehingga kesusutannya tetap sesuai dengan ukuran Anda.

 

Lacoste CVC (Cotton Viscose)

Bahan ini memiliki kualitas pertengahan antara lacoste cotton dan dan lacoste PE . Karena tidak 100% katun dan ada campuran bahan lain (bahan Viscose), maka bahan ini memiliki kelebihan yaitu tidak mengalami penyusutan ketika telah dicuci. Kami biasanya merekomendasikan untuk menggunakan bahan ini, namun dari pengalaman kami, untuk warna-warna tertentu sering tidak ready di pasaran.

 

Lacoste PE

Bahan ini merupakan bahan yang terbuat dari serat sintetis. Bahan ini sangat cocok untuk keperluan dengan budget yang terbatas. Kelemahan dari bahan ini adalah agak kasar, tidak bisa menyerap keringat dan dari pengalaman kami lebih cepat berbulu dibanding lacoste cotton  

 

Bahan Jaket & Sweater

 

Diadora, Adidas dan Lotto

Ketiga jenis kain diatas adalah bahan yang sering digunakan untuk bahan jaket sporty – jaket olahraga. Oleh pedagang dan produsen kain di Indonesia nama yang sudah menjadi merek itu dipakai untuk dijadikan nama bahan kain tersebut. Lotto dan Diadora adalah bahan jaket yang agak mengkilat, Diadora agak lebih tebal, sedangkan Adidas lebih tidak mengkilat.

 

Kanvas
Kanvas adalah kain yang bertekstur tebal dan kasar. Karena tebal, kain ini mampu melindungi penggunanya dari goresan batu ataupun benda lainnya. Ketebalan ini pulalah yang membuat kanvas memiliki bobot yang tidak ringan. Kanvas adalah digunakan untuk membuat jaket-jaket kasual dan setengah resmi, Kanvas sendiri ada 2 macam, yaitu kanvas sweeding dan kanvas garuk. Kanvas sweeding bahannya lebih halus, dan seratnya kecil. Sedangkan kanvas garuk, agak sedikit kaku dan seratnya lebih besar-besar dibanding dengan kanvas sweeding.

 

 

Twill
Bahan twill ini banyak jenisnya, bahkan biasanya agak susah dibedakan dengan bahan drill. Biasanya digunakan untuk jaket-jaket formal / resmi

 

Drill
Kain drill merupakan kain yang dipintal dalam tekstur diagonal dengan jalinan benang yang kuat. Kain drill terbuat dari bahan katun dan polyester. Kain drill memiliki 3 jenis serat yaitu Twist Drill atau kain berserat kecil, American Drill atau kain berserat sedang dan Japan Drill kain berserat besar. Bahan drill ini biasa digunakan untuk jaket-jaket yang semi formal. Penjelasan bahan drill sama dengan penjelasan bahan drill di atas.

 

Parasit
Bahan parasit ini adalah bahan jaket yang kedap air. Tapi ada beberapa jenisnya dari parasit yang tidak kedap air juga. Bila digunakan pada siang hari, bahan ini menimbulkan panas, karena sirkulasi di bahan yang hampir dikatakan nol. Bahan parasit ini menggunakan bahan baku poliester.

 

Taslan

Bahan taslan memiliki keunggulan bahan yang kedap air, tebal dan nyaman saat dipakai. Permukaan bahan agak licin dan memiliki kerapatan serat bahan yang tingg, dengan lapisan balon dibagian dalam sehingga tahan terhadap air (Waterproof), lebih ringan sehingga lebih mudah dilipat, sifat bahan taslan ketika terkena air hujan seperti air di daun talas.

 

Flecee
Bahan ini berbulu pada bagian dalamnya, sehingga menjadi lebih tebal dan lebih hangat. Cocok bagi mereka yang berada di wilayah cukup dingin. Bahan ini ada 2 macam, yaitu Flecee Katun dan Flecee PE. Bahan Flecee Katun tidak menimbulkan panas dan lebih enak dipakai karena 100% Cotton. Sedangkan bahan Fleece PE agak panas karena terbuat dari serat sintetis.

 

Babytery
Bahan katun yang sangat nyaman untuk jaket atau sweater, tebal namun tidak panas karena tidak berbulu. Cocok bagi mereka yang berada di iklim tropis. Bahan ini mirip dengan Fleece, hanya serat (alurnya) lebih kecil dan lebih halus tidak berbulu. Penggunaannya hampir sama dengan bahan Fleece

Viscose

Viscose adalah bahan yang biasanya digunakan untuk Lingarie, Underwear, Casualwear sampai jaket tergantung selera desainer. Viscose memiliki karakter halus, licin dan lentur. Bahan ini juga menyerap keringat dan warnanya mengkilat. Kelebihannya membuat bahan atau kain ini lembut dan nyaman saat digunakan. Ada juga yang mencampur bahan ini dengan Cotton, biasanya disebut dengan CVC – Cotton Viscose. Viscose terbuat dari serat kayu Eucalyptus, sejenis pohon pinus. Cara merawat kain ini dengan tidak merendam dengan deterjen terlalu lama. Viscose memiliki kelebihan tingkat susut polanya (Shrinkage) lebih kecil dari Cotton.

 Linen

Kain atau bahan Linen hamper seperti Cotton, namun memiliki serat yang lebih kuat. Bahan ini memiliki sifat lebmbut, dingin dan menyerap keringat. Oleh karena itu bahan ini sangat cocok untuk digunakan sebagai Casual Wear ataupun gaun. Bahan ini terbilang sulit dalam perawatan karena harus ekstra perhatian, bahannya yang mudah kusut membuat kita harus memperhatikan cara mencuci yang dianjurkan. Kami menganjurkan mencuci bahan ini dengan deterjen yang lembut, merendamnya dengan air hangat dan menyetrika dengan benar agar tidak mudah rusak dan kusut.

 

 

 

Wool

Wool adalah salah satu jenis bahan yang memiliki kesan mewah. Wool memiliki karakteristik bahan yang tebal dan menyerap air, sehingga bahan ini sulit untuk dibersihkan dari noda yang menempel. Bahan ini akan menyusut apabila kita mencucinya dengan tidak benar. Selalu perhatikan cara perawatan bahan ini. Bahannya yang tebal dan berat ketika digunakan membuat mayoritas masyarakat lebih memilih menggunakan Lightweight Wool. Karena lebih ringan dan cukup awet tanpa mengurangi kesan mewahnya.

Sutra

Kain ini sering juga disebut silk. Kain ini terbuat dari kepompong ulat sutra. Sutra adalah jenis kain yang menyerap air namun sangat mudah sobek. Penggunaan dan perawatan pada jenis kain seperti ini harus sangat hati hati. Sutra berkembang menjadi beberapa jenis diantaranya Chiffon, Crepe de Chine, Duchesse Satin, Dupion, Georgette, Habutai, Matika, Organza, Taffeta dan masih banyak lagi.

Denim

Kain atau bahan ini pertamakali diperkanalkan hanya memiliki satu warna yaitu indigo. Seiring perkembangan zaman, dibuatlah denim dengan berbagai macam warna. Nama denim sendiri di yakini berasal dari Prancis dengan nama Serge de Nimes. Denim terbuat dari katun twill, teksturnya seperti karpet namun lebih halus dan lebih tipis. Bahan ini adalah salah satu bahan yang sangat popular dikalangan masyarakat.

Leather & Suede

Bahan atau kain jenis ini sama sama terbuat dari kulit, namun Leather terbuat dari bahan kulit bagian luar sedangkan suede terbuat dari dari bahan kulit bagian dalam. Ada beberapa hewan yang kulitnya biasa digunakan dalam industry fashion diantaranyan kambing, domba, sapi, buaya, ular dan sebagainya. Saat ini bahan kulit ada juga yang terbuat dari bahan sintetis, biasanya kulit dengan bahan sintetis ini halus, tidak memiliki kerutan dan tidak berbau bahkan wangi. Kulit asli umumnya lebih berat dari pada kulit sintetis.

Lycra

Lycra biasanya disebut juga Spandex. Bahan ini terbuat dari campuran bahan kimia elastomer. Umumnya kain ini bersifat lentur dan memiliki tingkat elastisitas yang sangat tinggi. Biasanya bahan ini digunakan untuk membuat pakaian olahraga. Pemakaian lycra biasanya dicampur dengan bahan lain seperti Polyester.

Pique

Lacoste atau Pique merukan kain yang memiliki pori-pori. Kain ini biasanya terbuat dari katun atau polyester atau gabungan dari keduanya. Nama lacoste sendiri diambil dari nama nama produsen pembuat pakaian seperti polo dan lacoste. Yang membedakan adalah pique polo memiliki pori-pori yang lebih kecil sedangkan pique lacoste lebih besar.

 

Itulah beberapa jenis kain atau bahan yang bisasa kita temukan dipasaran. Jika kamu hendak membeli kain atau bahan pakaian, tentukan terlebih dahulu kain atau bahan yang cocok untuk pakaian yang akan kamu buat.

 

Comments are closed.